Rabu, 27 November 2019

Aku Mencoba

View Article
Aku adalah pilu-pilu 
yang beraksara
menukas 
meremah tanya

Aku adalah rintihan
lirik senyawa 
oleh bualan semata
yang telah terkena hujan
airmata

Aku adalah tangan-tangan
biadab dan tidak beretika
yang enggan berdoa
dan meminta

Aku adalah perasaanmu
yang teramat sangat
ingin kau cinta
tapi tak juga bersama

Aku adalah kau
yang selalu ingin mencoba
mendapatkan bahagia
berdua

-NN-
(Negeri Junjungan)

Selasa, 26 November 2019

Disebalik Senyumku

View Article
Apa kau tahu
Ingin ku katakan rindu tapi tak bisa
Ingin ku bilang cinta 
tapi takut kamu sudah berpunya
Ingin ku bertanya
Namun akhirnya ku simpan saja

Apa kau tahu
Di sebalik senyumku
Ada luka
Di sebalik senyumku
ada perih yang tak bisa ku cerita
Di sebalik senyumku
Ada airmata 
yang hanya kau saja 
mampu untuk menghapusnya

Aku rindu
Sampai-sampai ingin tercekik rasanya
Aku rindu
Sangat 
ingin tahu kamu dimana
bersama siapa
dan
Bagaimana kabarmu
disana?

-NN-
(Negeri Junjungan)

Selasa, 15 Oktober 2019

Maaf, Rindu, Aku, dan Kamu

View Article
Saat itu tepat di awal bulan, kita dipertemukan kembali. Lewat pesan yang mengudara, lewat ava yang menyapa, lewat pesan dunia maya, kita kembali berbincang tentang ini dan itu, seolah ingin menghempaskan rindu dan membuang sekat yang terasa mengganggu. 

Ada banyak hal yang ingin ku katakan padamu, ada banyak hal yang ingin ku tanyakan. Namun, saat melihatmu baik-baik saja, bibirku bungkam. Aku terlalu bahagia melihatmu, aku terlalu senang karena mendapatkan kabarmu, hingga tak mampu berbicara. Cukup semua ku pendam, semua ku simpan dalam-dalam. 
Selantaran pikiran dimasa depan mendadak memutar, "apakah kamu kembali untukku? Apakah kita akan menjadi satu?" Hati ini seolah kembali terbuka setelah sekian lama kututup rapat, semenjak kita usai. Ah, terkadang aku takut dengan harapan-harapan yang tidak memungkinkan.

Maaf, kemarin aku membuat sebuah kesalahan. Aku takut untuk mendengarkan, aku takut untuk menerima kenyataan, perihal rindu darimu, perihal kembalinya dirimu. Aku takut dengan semua kemungkinan yang bahkan tidak terealisasikan. Aku takut jatuh hati yang kesekian kalinya padamu; seseorang yang nyatanya telah berdua. Aku takut dengan harapan-harapan yang ku layangkan dimasa depan, tentangmu dan dia; pasanganmu.

Hatiku menjadi sedikit perasa, menjadi begitu peka. Mungkin karena aku terlalu lelah untuk percaya, pada rasa yang tidak ada pembuktiannya.

Jujur, rindu untukmu masih tetap utuh, tak kemana. Bahagia melihatmu, membuat aku menerka-nerka. "Benarkah kamu sudah tak lagi dengannya? Benarkah semuanya telah kamu tuntaskan, bahkan terhadap dia? Benarkah kamu kembali saat ini hanya untukku?" Entah apa yang sedang bermain dikepalaku, sampai-sampai aku terlalu kejam menanyakan ini, tapi tetap saja aku tidak se-berani itu untuk mengatakan dihadapanmu; aku cemburu.

Aku ingin menempatkanmu dimataku, tidak hanya dihati.
Aku ingin meraihmu, tidak hanya meng-angankanmu.
Aku ingin tetap dekat, meskipun aku tidak berani mendekatimu.
Aku ingin tentangmu selalu ada mem-bersamaiku.

Kuatkan aku saat berada dititik lemah ini.
Aku butuh kekuatan agar berani, aku butuh kekuatan agar bisa berdiri, aku butuh kamu agar bisa mengatakan; inilah yang aku inginkan, KAMU.

Memory on 4th to 15 October's 2019 || ilusisenja

Senin, 30 September 2019

Berpisah di September

View Article
Tidak mudah mengatakan ini, Lebih tidak mudah lagi jika tidak dikatakan. September yang dengan cerianya mengantarkan kita pada kata; berpisah.

Sekalipun jarak kita dekat, pertemuan - pun semakin hangat, berbincang denganmu membuat semangat, namun ketika semesta tak memberi izin untuk tetap terikat, maka berpisah adalah cara yang indah untuk membawakan kita pada satu rasa - satu frasa; ikhlas.

Belajar banyak dari apa-apa yang telah datang dan pergi, namun takkan bisa menerima yang akan kembali lagi. Bukankah pahit manisnya sebuah kehidupan di dunia ini merupakan suatu pelajaran yang benar-benar harus kita jalani? Jangan takut, jangan mudah menyerah. Apa-apa yang membuat hati bimbang, tepiskan. Apa-apa yang membuat langkah kita tidak seimbang, lewatkan. Tidak akan ada lagi yang akan menekan bahkan membuat kita terdiam. Tidak akan ada lagi.

Bahkan untuk berkali-kali kegagalan yang telah dihadapi, kuatkan diri. Percaya bahwa tidak ada yang akan membuat kita bahagia selain diri sendiri. Egoislah, hanya untuk kali ini, demi diri sendiri, berhenti menyendiri, dan tetap ingat pada apa-apa yang pernah menyakiti; maafkan.



Negeri Junjungan || Penghujung September  @Nhaenhaa

Minggu, 25 Agustus 2019

30 Orang Yang Pertama Dalam Islam

View Article

Siapa Orang pertama yang menemukan telepon ? Jawab nya :

Alexander Graham Bell ...


Nah…, kalau orang pertama yang menulis bismillah, 
siapa ? 
Kasihan jika kelak anak- anak kita 
bertanya kepada Ibu/bapak…

bisa jawab enggak ? 
Simpan catatan ini ya. 
Mari kita kenali Islam !

Ini adalah 30 orang yang pertama dalam Islam:
  1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
  2. Orang yang pertama minum air Zamzam : Nabi Ismail AS.
  3. Orang yang pertama berkhitan : Nabi Ibrahim AS.
  4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari kiamat : Nabi Ibrahim AS.
  5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari kiamat : Nabi Adam AS.
  6. Orang yang pertama mengerjakan Sa'i antara Safa & Marwah : Sayyidatina Hajar.
  7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari kiamat : Nabi Muhammad SAW.
  8. Orang yang pertama menjadi Khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.
  9. Orang yang pertama menggunakan Kalender Hijriyyah : Umar bin Al-Khattab.
  10. Orang yang pertama meletakkan Jabatan khalifah dalam Islam : Hasan bin Ali RA.
  11. Orang yang pertama menyusukan Nabi Muhammad SAW : Thuwaibah RA.
  12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Haris bin Abi Halah.
  13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat.
  14. Orang yang pertama menulis hadist di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash.
  15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas.
  16. Orang yang pertama menjadi Muazzin dan menyerukan adzan : Bilal bin Rabah.
  17. Orang yang pertama sholat dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib.
  18. Orang yang pertama membuat mimbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary.
  19. Orang yang pertama menghunus pedang dalam perjuangan fisabilillah : Zubair bin Al-Awwam.
  20. Orang yang pertama menulis sejarah Nabi Muhammad SAW : Ibban bin Othman bin Affan.
  21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah bt Khuwailid.
  22. Orang yang pertama menggagas usul fiqh : Imam Syafi'i RH. 
  23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam : Ali bin Abi Tholib.
  24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan.
  25. Orang yang pertama membuat perpustakaan umum : Harun Ar-Rasyid.
  26. Orang yang pertama mengadakan Baitulmal : Umar bin Khattab.
  27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an setelah Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib.
  28. Orang yang pertama membangun menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur.
  29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair.
  30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.

Pesan moral !
Rugi apabila tidak SHARE sebab ini 1 peluang dakwah yang MUDAH. Mari kenali Islam kita secara utuh …
#berbagiilmu

@sketsarindu

Sabtu, 24 Agustus 2019

J O M B L O

View Article
Apa itu jomblo? Apa ruginya jomblo? Kenapa jomblo itu ngenes?
Kita sering mendengar kata Jomblo, Jones, atau Jomblo Ngenes. Bahkan, malah kata tersebut dilontarkan kepada diri kita. Aku sering. Tidak bisa dipungkiri, memang lucu ketika status tersebut dijadikan candaan. Candaan, bukan hinaan.
Lantas jika hinaan, apa yang harus dilakukan? Mencari pacar? Memulai hubungan tidak halal? Memasak nasi goreng? Menanam pohon cabe? Semuanya sama-sama tidak ada hubungannya. Bahkan, memasak nasi goreng dan menanam pohon cabe jauh lebih bermanfaat.
Bukankah jomblo itu orang yang kuat? Tingkat sabarnya sudah teruji, bukan? Ia mampu bersabar, menunggu yang halal hingga datang pada waktunya.
Bukankah jomblo itu orang yang bersih? Ia jauh dari dosa berhubungan tidak halal. Hatinya pun jauh lebih damai.
Bukankah jomblo itu orang yang pendiriannya kuat? Tahu mana yang benar, mana yang salah. Tahu mana yang halal, mana yang haram. Tahu mana yang pantas untuk dilakukan, mana yang tidak pantas.
Dan yang jelas, jomblo itu mahal. Sering melihat truk bergandengan kesana kemari? Itulah yang murah. Dibilang murahan juga boleh. Sering melihat Ferrari mondar-mandir? Nggak? Nah, itulah yang mahal.
Padahal hubungan yang tidak halal seperti itu banyak yang berujung pada hujan air mata. Ngomel tidak jelas di sosial media, bahkan pada suatu jejaring sosial, sekali scroll bisa satu halaman berisi status dari satu orang yang baru saja patah hatinya. Jika belum puas, smartphone mahal dibanting-banting. Belum lagi balasan di akhirat. Al-Qur'an pun tidak menyuruh kita mencari pacar, bukan? Yang disuruh ialah mencari pendamping hidup.
Apakah ada obat jatuh cinta untuk sepasang insan yang jatuh cinta selain menikah? Terkadang kita lupa bahwa perjalanan kita yang sesungguhnya masih jauh.
Tidak perlu mencuri waktu untuk melakukan hal yang tidak berguna. Tidak perlu malu. Isilah hidup dengan aktivitas positif. Teruslah berbenah diri. Tetaplah berada di jalan yang benar. Karena jodoh kita pun pasti tidak ingin kita menghabiskan masa muda dengan sesuatu yang tidak bermanfaat.
Tidak perlu mencuri waktu, biarlah waktu berjalan lembut seiring dengan langkah kaki kita. Sendiri membuat kita sibuk dan justru membuat kita semakin dewasa.
Tidak perlu mencuri waktu. Sibuk itu menyenangkan jika kita tahu cara mainnya.
Ingat, apa yang kita lakukan di masa muda akan ditanyakan kelak di hari akhir.
Mari bersibuk ria.

@kuebludrumerah
Karena itulah jomblo menjadi prioritas penting ketika ditanya dari sana sini. 
“Kamu jomblo??? Yadong….” (penuh semangat pas nge-jawab)
:))

Jumat, 23 Agustus 2019

Mengadulah Pada Ibu

View Article

Apakah kau sedang dibuat sakit
Apakah kau sedang merasa kacau
Apakah kau sedang patah hati
Hatimu mudah luluh terhadapnya
Sulit untuk tidak menuruti apa-apa yang menjadi mau nya
Pendirianmu mudah dibuat goyah olehnya
Sudah bersusah payah bersuara kepada orang-orang hebat
sudah diberi renungan agar sebaiknya begitu dan begini
Tetapi hatimu masih gelisah
Masih tak merasa tenang
Masih merasa tidak yakin
Pendirianmu belum teguh
Itulah pertanda,
Bahwa harus kau sudahi mengadu ditempat yang tidak tepat
Pulanglah kerumah,
Ibumu takkan membencimu yang sudah berbuat salah
Ibumu takkan memarahimu yang sedang lemah
pulanglah kerumah,
mengadulah pada ibu
ibumu lebih hebat dari orang hebat
sebenar-benarnya kebenaran yang kamu tahu itu benar,
kebenaran yang asalnya dari naluri seorang ibu terhadap kamu,
adalah yang paling benar
Pulanglah kerumah
Mengadulah pada ibu, maka Tuhan akan memperbaiki hidupmu
bila kau percaya terhadap dirimu sendiri,
maka janganlah merasa sulit untuk lebih percaya kepada ibu
sebab ibu sayangi kamu melebihi ia sayangi dirinya sendiri
ibu takkan pernah mengkhianatimu
mengadulah pada ibu,
agar Tuhan ikhlaskan hatimu
agar Tuhan lepaskan semua bebanmu
: agar Tuhan teguhkan pendirianmu

@celotehsinonapuisi

Kamis, 22 Agustus 2019

Teruntuk Ayah dan Ibu

View Article

Semalaman tadi - semalaman ini baru bisa membuat jari-jariku kembali beradu pada tombol dilayar kotak ini. Hah, kenapa? Benar memang, seperti pepatah lama mengatakan: "Jasa orangtua tak ternilai harganya." Hingga tidak ada kata-kata yang paling tepat jika hanya untuk memuja dan memuji kebaikan yang telah kita dapatkan dari orangtua. Paling tidak, berusahalah menjadi anak yang dapat membahagiakan kedua orangtua walau itu hanya sebatas membuat sebuah senyuman di wajah tua mereka setiap harinya.

Orangtua mana yang tidak menginginkan kebaikan untuk anak-anaknya? Harapan, impian, dan kebanggaan yang mereka inginkan sangatlah sederhana, berharap agar anak-anaknya bahagia, sukses, dan bisa menjadi kebanggaan bagi mereka dimasa depan. Dengan tidak mengecewakan harapan-harapan yang telah lama menjadi impian tiap ayah dan ibu walau dimanapun berada, sebagai seorang putra dan putri yang telah dididik dengan sedemikian hebatnya, maka sudah seharusnya bagi kita untuk membalas tiap-tiap kebaikan yang tidak terhitung nilainya, sedari kecil hingga ke dewasa.

Teruntuk seorang Ibu yang telah berjuang melahirkan, membesarkan, merawat, mengasuh dan mendidik aku hingga tumbuh dewasa. "Terimakasih, Ibu adalah yang terhebat." Tidak ada kata-kata pujangga yang bisa ku atur untuk membalas jasamu yang tiada terkira, tidak dapat di ukur dengan emas dan permata. Tanpamu, takkan pernah bisa ku hirup segarnya udara setiap hari, takkan bisa ku lihat bedanya antara siang dan malam, apalagi senja. Tanpamu, aku benar-benar tiada disini. 
"Teruntuk ibuku di hari ini, Selamat Bertambah Usia."

Dan,,,
Teruntuk seorang Ayah yang selalu membersamai Ibu dalam suka dan duka. "Aku mencintaimu, Ayah adalah semangat dan panutanku dalam mengenal arti sebuah kesetiaan." Membiarkan aku hidup didalam keluarga yang sedemikian hebatnya, membuat aku belajar dan terus belajar tentang pentingnya sebuah hubungan yang didasari kepercayaan. Terimakasih.

Rabu, 21 Agustus 2019

Pelakor

View Article

Pasti diantara sahabat semua, sudah tidak asing dengan istilah "pelakor" ini. Baik itu mendengar, melihat, bahkan mengalami sendiri kejadian yang berhubungan dengan hal ini. 

Pelakor dalam istilahnya dikenal sebagai Perebut Laki Orang sama artinya dengan PHO alias Perusak Hubungan Orang. Bagian paling menyakitkan yang disebabkan dari kedua hal ini adalah hancurnya hubungan rumah tangga yang telah terbina sejak lama. Dengan kata lain, perceraian yang disebabkan oleh orang ketiga. 

Selain menghancurkan keutuhan keluarga, pelakor juga seringkali diungkapkan sebagai penghancur hubungan sepasang kekasih. Kebanyakan yang menjadi pelakor disini adalah seorang wanita, namun tidak berkemungkinan juga pelakor bisa saja terjadi dikalangan pria. Hanya saja sangat sedikit kemungkinannya, dan untuk penyebutan istilahnya dari seorang pria yang merusak hubungan sebuah keluarga disebut Pebinor (Perebut Bini Orang)

Sudah sememangnya cinta itu tidak mengenal siapa-siapa, tidak memandang rupa, pangkat, harta, jabatan, ataupun kekayaan. Namun, tetap saja sebelum seorang wanita mulai mempercayakan hatinya kepada seorang pria, ia harus benar-benar mengetahui latarbelakang dari si pria ini sendiri. Ketahui lengkap asal usul dirinya dan keluarga, cari tahu tentangnya dari teman atau orang-orang yang dekat dan kenal dengannya. Sebagai seorang wanita, kita juga harus benar-benar memilah dan memilih agar tidak terjerumus dalam kebohongan yang dikarenakan CINTA.

Jangan karena cinta, maka hati menjadi buta. Rela menyakiti wanita lain, demi kepuasan perasaan semata. Dengan begini, apakah kehidupan kelak yang akan kita jalani akan menjadi bahagia? Bisakah merasa bahagia diatas airmata wanita lain yang telah kita rebut suaminya? Atau bisakah merasa bahagia diatas kehancuran sebuah keluarga yang kita rebut pasangannya hanya karena jatuh cinta dan ingin bersama?

Didalam Islam, sangat tidak memperbolehkan hal ini. Jangan sampai terjadi pada sahabat sekalian. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam pernah bersabda "Barang siapa yang menipu dan merusak (hubungan) seorang budak dengan tuannya, maka dia bukanlah bagian dari kami." (HR: Ahmad, Ibnu Hibban, dan lain-lain)

Hal ini tidak saja berlaku dalam merebut istri atau suami seseorang, bahkan meminang / melamar calon istri orang lain saja tidak diperbolehkan. Rasulullah melarang seorang lelaki meminang pinangan orang lain, kecuali jika sudah jelas bahwa lelaki tersebut sudah memutuskan pinangannya. (HR: Ahmad)

Semua ini bertujuan agar terciptanya kebahagiaan dan kedamaian dalam berumahtangga. Selain itu juga untuk menghindari perpecahan atau cekcok yang tidak diinginkan.

Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang dapat merusak keyakinan.
Aamiin

Selasa, 20 Agustus 2019

Ternyata; Aku Melepasmu

View Article

Lama aku memandangi layar kotak dengan cursor yang masih mengarah pada lembaran kertas putih; kosong. Perlahan mencoba menerka, perasaan apa yang sedang menjalar hingga akal tak kuat menahan diri. Semuanya terasa tidak jelas; nanar.

Kamu tahu, sungguh aku tak membencimu.
Bahkan ternyata kini, aku lah yang telah melepasmu.

Kamu tahu, kedekatan kita, kemarin, ternyata semu belaka.
Padamu yang begitu banyak tanda tanya, ini bukanlah sebuah permainan.
Dan akhirnya aku lah yang memilih untuk melepasmu.

Lalu aku tersadar, sedikitpun tak menginginkan apa-apa darimu. Bahkan sebuah permintaan maaf sekalipun yang sudah jauh-jauh hari ku terima; aku memaafkanmu lebih dari rasa sakit yang telah kamu beri.

Jika kamu menjadi seseorang yang membaca ini, abaikan saja. Jangan tanyakan perihal rasaku padamu, jangan berusaha menjelaskan bagaimana pemahamanku terhadapmu, jangan. Aku hanya ingin kamu sebatas tahu...

Merasa terjebak dalam putaran yang seperti ini, membuat aku akhirnya memilih untuk melepasmu; diam-diam tersenyum, bahagia, berharap lagi, merasa bahwa kamu menginginkanku lagi, dan akhirnya dikecewakan untuk kesekian kalinya; berulang kali.

@Nhaenhaa (20/8/19)